English French Spain Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

Jumat, 18 Juli 2014

Metode MOS Mengacu Kepada Kurikulum 2013

TEGALWARU, Suara Karawang - Untuk metode masa orientasi sekolah (Mos) yang diterapkan di SMAN 1 Tegalwaru tidak jauh beda dengan yang diterapkan di SMAN 1 Pangkalan. Kendati dalam prakteknya ada sedikit perbedaan yaitu menyesuaikan dengan kurikulum 1013 namun tetap ditujukan demi suksesnya kegiatan MOS yang digelar.

Hal itu diungkapkan ketua pelaksana Mos SMAN 1 Tegalwaru, Abdul Kosim (17) yang juga siswa SMAN 1 Pangkalan. "Meski ada penyesuaian kurikulum namun dalam pelaksanaannya tujuannya tetap satu yakni kewajiban untuk mengarahkan peserta Mos agar aktif dalam setiap season kegiatan yang diselenggaSuara Karawangn panitia MOS," ujarnya.
Malah menurutnya panitia pelaksana dituntut harus seperti pengajar, dengan dapat mengarahkan perserta, memotivasi peserta, dan juga harus bisa menjadi fasilitator bagi peserta. Hingga dengan demikian peserta itu sendiri menurut Panitia tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dan jika kepercayaan diri tersebut sudah ada, maka potendi diri siswa itu sendiri akan bermunculan dengan sendirinya.
Tinggal sejauhmana pihak sekolah mengarahkan pada siswa untuk lebih bermanfaat. Panitia inipun menerangkan bahwa pelaksanaan Mos itu sendiri dilakukan dimulai sejak Selasa (15/7). Karena menurutnya bahwa yang awalnya proses belajar mengajar akan dilakukan di SMP PGRI, hingga ada sebagian siswa datang terlambat. "Panitia menilai dengan keterbatasan yang dimiliki hari selasa itu dinilai akan efektif untuk melaksanakan MOS. Namun untuk dihari Senin (14/7) tetap dilakukan, tetapi lebih kepada persiapan atau komunikasi awal dengan peserta," jelas Abdul. (ark)
Baca SelengkapnyaMetode MOS Mengacu Kepada Kurikulum 2013

Malu-malu, Setya Dharma Mau jadi Asda III

KARAWANG, Suara Karawang - Sepeninggal Teddy Rusfendi Sutisna, posisi asisten daerah (Asda) III belum terisi. Belakangan beredar kabar, pengisian jabatan tersebut akan ditentukan setelah lebaran. Seiring dengan itu, beberapa nama pun mulai bermunculan, salah satunya Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Setya Dharma.
Kabar ini tidak terlepas kriteria yang diinginkan oleh Bupati Ade Swara yang berharap posisi Asda III selain diisi pejabat setingkat kepala dinas senior, juga menguasai pengelolaan keuangan dan aset. Apalagi, Setya pernah menjadi orang nomor satu di Dinas Pengelolaan, Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) yang tentu sudah akrab dengan persoalan pengelolaan keuangan dan aset.
Seolah mengiyakan kabar tersebut, Setya menanggapinya dengan santai. Secara diplomatis ia mengaku siap ditempatkan dimanapun jika sudah menjadi keputusan pimpinan. "Itu (mutasi) kewenangan BKD (Badan Kepegawaian dan Diklat). Nah kalau saya ditugaskan di sana kita laksanakan," ujarnya, Kamis (17/7) kemarin.
Dirinya juga mengaku selalu siap untuk dimutasi jika memang dibutuhkan. Ia menilai jabatan itu merupakan amanah. "Ya siap saja, dari DPPKAD ke Dishub siap saja," imbuhnya.
Sekda Karawang Teddy Rusfendi Sutisna mengatakan, hingga kini BKD telah mempersiapkan rencana mutasi yang diagendakan dilakukan usai lebaran nanti. "Lagi dipersiapkan BKD, untuk posisi Asda III itu kita inginkan pejabat senior," ujarnya.
Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) ini mengakui juga kabar yang beredar sampai di telinganya. Namun ia menegaskan, saat ini masih menimang-nimang sejumlah nama, karena semua kepala dinas senior memiliki peluang yang sama. "Kabarnya itu (Setya Dharma), tapi belum tentu. Semua punya kans yang sama," ujarnya.
Sekda menyebut, selain Setya Dharma yang diakuinya senior dan memiliki kapasitas mumpuni, ada nama lain yang juga senior seperti Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Acep Jamhuri, Kadisdikpora Agus Supriatman, serta nama lainnya Kadinkes Asep Hidayat Lukman maupun Kepala BP4K Nachrowi. Itu semua terbilang pejabat senior dan memiliki peluang yang sama untuk mengisi kekosongan Asda III setelah Teddy diangkat menjadi sekda. (vid)
Baca SelengkapnyaMalu-malu, Setya Dharma Mau jadi Asda III

Bingung Terapkan Kurikulum 2013

Akibat rendahnya sosialisasi Kurikulum 2013 di Karawang, sejumlah guru tingkat SMK masih saja bingung. Kebingungan para guru selain soal sistem penilaian deskripisi, kini muncul pula sistem Ujian Nasional (UN) yang berlaku bagi SMK diperuntukan bagi kelas XI sebagai yang menjalankan kurikulum 2013. Di sisi lain untuk kelas XII, sistem KTSP yang belum tersentuh kurikulum baru tahun ini dipertanyakan untuk penyelenggaraan ujian nasionalnya.
Wakil Kepala SMK Negeri 1 Cilamaya Yaya Sanusi SPd mengatakan, kurikulum 2013 merupakan aturan pemerintah dan semua sekolah siap untuk melaksanakannya. Namun sosialisasi yang tak kunjung serentak menyeluruh membuat para guru khusus SMK masih minim pengetahuan. Pasalya, dari 32 guru di SMKN 1 Cilamaya, baru 8 orang guru yang sudah ditatar, wal hasil khusus pemahaman UN diakuinya masih simpang siur.
Yaya menyebut, memang dalam kurikulum 2013 khusus SMK, Ujian Nasional diterapkan di kelas XI sebagai upaya mengukur keterampilan kelas, semetara untuk kelas XII tidak di-UN-kan karena lebih pada produktifitas dan pengetahuan dari yang biasanya magang dari kelas XI. Dari kurikulum itu magang dianjurkan pada kelas XII agar mempermudah akses kerja.
Namun tambah Yaya, kurikulum yang baru diterapkan bagi kelas X dan XI itu, sisa metode KTSP masih dipertanyakan pemberlakuannya di kelas XII, sehingga meskipun UN berlaku dikelas XI, tidak menutup juga dilakukan di kelas XII dalam sistem yang masih menggunakan KTSP. "UN ini, kami di SMK jujur masih simpang siur, karena ada UN kelas XI versi Kurikulum dan masih ada UN versi KTSP," katanya kepada Suara Karawang saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, SMK yang lebih menonjolkan keterampilan industri ini juga masih belum mantap pemahaman dalam sistem penilaian deskripsi, karenanya sosialisasi kepada guru-guru masih perlu digalakan. Apalagi SMK negeri jumlah siswanya cukup banyak. SMKN 1 Cilamaya  yang memiliki jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Agrobisnis Perikanan dan Teknologi Hasil Perikanan ini memiliki jumlah siswa 540 dengan jumlah guru hanya 32 orang. Di sisi lain baru 11 guru yang berstatus PNS, karenanya kedala pelaksanaan proses kurikulum ini diakui Yaya masih sulit. Artinya, di SMK penerapannya masih perlu penyempurnaan dan penyesuaiannya.
Diakui Yaya, meskipun masih kesulitan dalam proses, kurikulum 2013 ini sangat relevan dan sesuai kebutuhan zaman ketimbang sistem KTSP, namun cost dalam kurikulum 2013 jelas lebih besar daripada KTSP. "Kurikulum ini relevan, hanya memang costnya lebih besar ketimbang KTSP, tapi cukup tidak cukup harus tetap berjalan," pungkas pria asal Kosambi ini. (rud)
Baca SelengkapnyaBingung Terapkan Kurikulum 2013

51 Ibu Rumah Tangga Ikuti Pelatihan UPPKS

CIKAMPEK, Suara Karawang- Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Karawang menggelar pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Pelatihan tersebut bertujuan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan rumah tangga para peserta Keluarga Berencana (KB).
"Pelatihan ini digelar di tiga titik di Kabupaten Karawang itu yaitu di Karawang Kota, Rengasdenklok dan Cikampek," ujar Yuda Wisnu, Kasubid Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK), BKBPP Kabupaten Karawang, seusai acara pelatihan di lingkungan kantor Camat Cikampek, Kamis (17/7).
Dia menyampaikan, peserta yang ikut pelatihan di Cikampek adalah peserta KB yang ada di enam kecamatan yaitu Cikampek, Purwasari, Kotabaru, Tirtamulya, Jatisari dan Cilamaya Wetan, jumlah pesertanya sebanyak 51 orang. "Jadi ibu-ibu yang mempunyai usaha produktif, supaya dalam pengelolaannya lebih baik lagi. Karenanya, disini dilatih baik dari segi wawasan, keterampilan terutama dibidang marketingnya," terangnya.
Dia menginginkan ibu-ibu mampu menunjang perekonomian keluarga, selain pendapatan yang diperoleh dari suaminya, kemudian lebih jauhnya adalah bisa menjadi andalan usaha keluarga. "Kita ingin mewujudkan ketahanan di bidang ekonomi. Disamping suaminya bekerja, istrinya ada usaha yang dikelola sehingga kemandirian ekonomi akan benar-benar terwujud," ujarnya.
Dia menyampaikan, salah satu pasar yang disiapkan oleh pemerintah adalah pusat oleh-oleh Karawang yang ada di Karawang Barat. Selain itu dia juga mengaku produk ibu-ibu tersebut sudah ada yang bisa masuk pasar swalayan. "Pasar swalayan yang sudah menerima produk ibu-ibu tersebut adalah Carrefour Karawang, adapun produk yang dipasarkan itu adalah jahe instan dari Jayakerta, kemudian produk buhun macam-macam kripik seperti keripik pisang dan yang lainnya kalau itu berasal dari Purwasari," ujarnya.
Menurutnya, itulah yang menjadi keinginan besar pemerintah, agar masyaSuara Karawangtnya benar-benar bisa mandiri bisa membangun roda perekonomian keluarga khususnya. "Karena keberhasilan ekonomi keluarga akan berdampak pada perekonomian daerah atau negara," ucapnya.
Disinggung mengenai permodalan, dia menyampaikan, di tahun 2010 lalu, pemerintah pernah menurunkan anggaran sebesar Rp 5 juta untuk setiap kelompok. "Karena itu hanya stimulus, jadi hari ini belum ada lagi anggaran untuk itu, tapi sampai hari ini masih ada yang berjalan dan ada juga yang sudah mandeg," ujarnya. (zie)
Baca Selengkapnya51 Ibu Rumah Tangga Ikuti Pelatihan UPPKS

Penjualan Tiket KA Sesuai Tempat Duduk

CIKAMPEK, Suara Karawang- PT Kereta Api Indonesia (KAI) siapkan tiket sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia diatas gerbong kereta. Kondisi tersebut menjamin para penumpang tidak akan terjadi desakan, sehingga para penumpang mendapatkan kenyamanan dalam perjalanan menuju kota tujuan.
"Sesuai ketentuan dari PT KAI Pusat, bahwa kami akan membatasi penjualan tiket yang disesuaikan dengan jumlah tempat duduk yang ada diatas gerbong, hingga tidak terjadi lagi ada penumpang yang berdesak-desakan seperti pengalaman beberapa tahun lalu, hal ini dimaksudkan untuk memberi kenyamanan kepada pengguna jasa KA selama dalam perjalanan menuju kota tujuan," Rohman, kepala Stasiun Cikampek. Kamis (17/7).
Dia menyampaikan, PT KAI akan memperlakukan pelayanan kepada para penumpang yang lebih baik dan nyaman, dengan tidak adanya pedagang asongan yang berjualan di atas kereta, yang sering dikeluhkan penumpang. "Kondisi itu kini sudah tidak ada lagi, bukan hanya itu pihak KAI terus berusaha untuk menghilangkan paradigma kesan tidak manusiawi saat penumpang yang memaksakan kehendak hingga harus berdesak-desakan," ujarnya.
Calon penumpang Kereta Api,  Tedi (38) yang bertujuan ke kota Pacitan bersama istri dan kedua anaknya yang masih balita, mengatakan bahwa dirinya membeli tiket KA sejak sebulan yang lalu, karena jika mendadak beli pada saat mau berangkat menurutnya tidak mungkin didapat. "Nah soal kenyamanan saya mendengar dari adik saya yang pulang ke Pacitan dua hari sebelumnya, dia menyampaikan. dalam perjalanan beda dengan dulu, kini lebih nyaman," ujarnya.
Dia berharap kendaraan transportasi yang disediakan oleh pemerintah bisa menjamin 100 persen kenyamanan dan keamanan para penumpang, sehingga penumpang bisa lebih percaya lagi. "Kalau penumpang lebih merasa nyaman dengan menggunakan alat transportasi umum, maka kendaraan pribadi akan sedikit ditinggalkan, sehingga kemacetan pun bisa sedikit terhindarkan," pungkasnya.(zie)
Baca SelengkapnyaPenjualan Tiket KA Sesuai Tempat Duduk

Mawar Digilir di depan Pacarnya

KARAWANG, Suara Karawang - Seorang remaja IS (16) ditangkap polisi karena dilaporkan telah melakukan perkosaan terhadap Mawar (16) warga Rengasdengklok. Ia ditangkap dengan cara dijebak melalui SMS yang seolah-olah akan diajak kencan oleh Mawar, Kamis (17/7) kemarin.
Keluarga Mawar melaporkan peristiwa perkosaan yang dilakukan IS kepada polisi, setelah sebelumnya curiga melihat kondisi tubuh bagian belakang Mawar yang kotor terkena tanah setelah keluar rumah beberapa saat. Namun Mawar tidak mau menjawab secara terus terang peristiwa yang dialaminya. Ia hanya menyebutkan main dari salah satu temannya. Merasa penasaran, salah satu kakak Mawar mengeceknya ke teman yang disebutkannya tadi, bahwa yang bersangkutan tidak main ke rumahnya. Tidak mendapat informasi yang benar, kakak Mawar kemudian mengecek isi SMS yang ada dalam handphone Mawar. Ternyata dalam handphone korban terdapat SMS yang berisi ancaman dan pemerasan.
Isi SMS tersebut adalah meminta uang Rp 70 ribu, jika tidak memberinya maka akan menyebarkan berita bahwa Mawar sudah tidak perawan lagi. Menurut Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Doni Satria Wicaksono melalui Unit V Kanit PPA Iptu Yoga Prayoga, penjebakan melalui SMS terhadap IS agar yang bersangkutan keluar dari persembunyiannya. Polisi bekerjasama dengan pihak korban untuk mengajak pelaku ke suatu tempat. �Ketika pelaku muncul, polisi langsung menangkapnya,� ucapnya.
Menurut Kasat Reskrim, Mawar diajak kekasihnya, IS ke suatu tempat dekat salah satu sekolah dasar. Ternyata di tempat tersebut sudah ada dua teman IS masing-masing ARH (19) dan ER (20) yang kemudian mereka berempat menuju ke belakang sekolah. Di tempat ini IS meminta Mawar melayani nafsu bejat kedua temannya tadi secara bergiliran. Sementara IS hanya membekam mulut Mawar agar tidak meronta dan teriak.
Dalam pengusutan polisi, peristiwa pemerkosaan bukan terjadi kali itu saja. Sebelumnya, IS melakukan persetubuhan sebanyak dua kali pada bulan Mei, lalu di rumah pelaku dan ditanggul gang Otoy. Pelaku dapat dijerat pasal 82 dan 83 dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Sementara ARH dan ER masih dalam pengejaran polisi. (ops)
Baca SelengkapnyaMawar Digilir di depan Pacarnya

Calon Haji Harus Persiapkan Diri

KOTABARU, Suara Karawang- Untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi jamaah calon haji sebanyak 56 calon haji yang berasal dari Kecamatan Kotabaru dan Tirtamulya, mengikuti bimbingan manasik haji. Bimbingan yang diselenggaSuara Karawangn oleh Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang itu dilaksanakan di setiap KUA yang tersebar di 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang, Kamis (17/7).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kotabaru, H Ujang Rahmat, meminta agar para calon haji mempersiapkan diri dengan baik. Selain banyak belajar mengenai pengetahuan ibadah haji, para calon haji juga diminta untuk menjaga kesehatannya masing-masing. ''Ya acaranya bimbingan manasik, hari ini pembukaannya, acara akan dilaksanakan selama satu minggu bertempat di Kantor MUI Kotabaru," ujar Ujang.
Pesertanya sebanyak 56 orang terdiri dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Kotabaru dan Tirtamulya. Untuk Kotabaru sebanyak 51 orang dan Tirtamulya sebanyak 5 orang. "Mereka pulang pergi, acaranya setiap pukul 13.00 WIB sampai sore hari," ucapnya.
Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, H. Edy Yusuf HS, S.Ag, MM, menyampaikan, acara manasik tersebut diadakannya di tiap-tiap KUA yang ada di Kabupaten Karawang, meski demikian anggaran yang digunakan adalah dari Kemenag. "Jadi sekitar 30 KUA mengadakan acara tersebut, mudah-mudahan bisa berjalan lancar dan para jemaah haji bisa mengikuti dengan baik," ujarnya.
Jumlah calon haji asal Kabupaten Karawang yang masuk dalam kuota pemberangkatan tahun 2014 ini, adalah sebanyak 1714 orang. "Dengan mengikuti mimbingan tersebut para jemaah calon haji akan lebih mengetahui bagaimana selama proses ibadah haji berlangsung nanti," ujarnya.
Pantauan Suara Karawang, para peserta khusu mengikuti acara di hari pertama tersebut, meski dalam keadaan puasa mereka terlihat semangat dan antusias. (zie)
Baca SelengkapnyaCalon Haji Harus Persiapkan Diri